/Sosialisasi fatwa formalin

Sosialisasi fatwa formalin

Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala karena atas inayah dan bimbingan-Nya, fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang “Penyalahgunaan Formalin & Bahan Berbahaya Lainnya Pada Penanganan dan Pengolahan Ikan” akhirnya selesai di rumuskan dan ditetapkan oleh Majelis Ulama Indonesia.

Fatwa ini disusun untuk merespons semakin memprihatinkannya kondisi pengolahan dan pemasaran hasil perikanan di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kurang sadarnya masyarakat perikanan secara khusus maupun masyarakat umum akan bahaya yang di timbulkan oleh pengunaan formalin dan bahan berbahaya lainnya dalam kegiatan perekonomian yang berkaitan dengan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Berbagai kasus penyalahgunaan formalin & bahan berbahaya lainnya pada penanganan dan pengolahan hasil perikanan tersebut berakar dari perilaku manusia yang tidak bertanggungjawab terhadap kesehatan konsumen perikanan, dikarenakan mereka tidak mematuhi peraturan mengenai bagaimana dan apa yang harus di lakukan untuk mengolah dan memasarkan hasil perikanan yang sesuai dengan syariat agama Islam dan standar kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Mengkonsumsi makanan maupun produk-produk hasil pengolahan perikanan yang halal serta pemasarannya yang sesuai dengan syariat agama Islam dan peraturan pemerintah berarti bukan hanya mengamalkan tuntunan agama dan melaksanakan perintah Allah, tetapi juga dapat memperoleh banyak manfaat kebaikan bagi kehidupan manusia secara umum. Apabila kita memperhatikan kembali ayat Al-Qur’an yang memerintahkan untuk mengkonsumsi makanan dalam bentuk produk apapun, kita di perintahkan untuk mengkonsumsi makanan yang halal dan thoyyib karena memang makanan yang halal itu merupakan kebutuhan manusia dan untuk kemaslahatan hidup manusia itu sendiri.

Akhirnya setiap muslim dan semua pihak kita harapkan untuk dapat menyebarluaskan fatwa ini sehingga dapat terjadi perubahan perilaku umat dalam pengolahan dan pemasaran hasil perikanan yang merupakan cerminan akhlak dan keimanannya.

Kami berdoa, semoga Allah SWT memberikan balasan yang lebih baik, jazakumullah ahsanal jaza’, dan senantiasa melimpahkan ma’unah, taufiq dan hidayah kepada semua pihak yang berkenan membantu sosialisasi fatwa MUI ini. Aamiin.