/Air Sumber Kehidupan II

Air Sumber Kehidupan II

AIR SUMBER KEHIDUPAN II

Negara kita yang terdiri dari puluhan ribu pulau yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, mempunyai kekayaan air yang berlimpah ruah, baik air yang bersumber dari langit yang disebut air hujan, air yang bersumber dari laut, air yang bersumber dari tanah, air sumur maupun air sungai dan lain sebagainya. Air yang berlimpah ruah itu telah dimanfaatkan untuk pertanian, perindustrian dan pelayaran dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Bersamaan dengan itu air dipergunakan untuk besuci dan minum. Sudah barang tentu air yang dipergunakan untuk bersuci dan minum haruslah air bersih, air yang bebas dari kotoran, kuman-kuman dan bibit penyakit.

Agama Islam mengajarkan bahwa asal mulanya air itu bersih, baik air yang bersal dari langit maupun air yang bersumber dari tanah. Air yang bersih itu dapat dipergunakan untuk bersuci, yakni membersihkan segala sesuatu dari kotoran, dan yang lebih utama lagi untuk minum yang sangat penting artinya bagi kehidupan manusia terutama kesehatan baik untuk orang perorang, keluarga, masyarakat maupun lingkungan. Nabi Muhammad SAW bersabda :

عَنْ أَبِيْ اُمَامَةَ قَالَ : إِنَّ الْمَاءَ لاَ يُنَجِّسُهُ شَىْءٌ اِلاَّ مَا غَلَبَ عَلَى رِيْحِهِ وَطَعْمِهِ وَلَوْنِهِ (رواه ابن ماجه)

“ Dari Abi Umamah : Sesungguhnya air itu bersih dan tidak dapat dinajiskan atau dikotorkan kecuali oleh sesuatu yang merubah warnanya atau rasanya atau baunya”. (HR. Ibnu Majah)

 

Akan tetapi air bersih itu kemudian tercemar, berubah warnanya, berubah rasanya dan berubah baunya yang mengisyaratkan air itu tidak bersih lagi seperti asal mulanya, disebabkan  oleh perilaku dan perbuatan manusia. Tercemarnya air merupakan gejala rusaknya tata kehidupan alam yang disebut rusaknya ecosystem dan kelestarian alam, bahkan terancamnya kehidupan manusia itu sendiri. Benarlah firman Allah :

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِىْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ (الروم : 41)

“ Telah tampak kerusakan di darat dan di laut karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (Ar Ruum:41)

Oleh HAYATAN THAYYIBAH