/Bersikap Lembut dan Baik Terhadap Semua Ekosistem

Bersikap Lembut dan Baik Terhadap Semua Ekosistem

Bersikap Lembut dan Baik Terhadap Semua Ekosistem

عَنْ أَبِيْ  يَعْلَى شَدَّادِ ابْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ اللهَ كَتَبَ اْلإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ، فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوْا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوْا الذِّبْحَةَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ (رواه مسلم)

Bersumber dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus radhiyallahu anhu (ra), dari Rasulullah shallallahu wa alaihi wa sallam (saw), beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menetapkan kebaikan atas segala sesuatu. Jika kalian membunuh, lakukanlah dengan baik. Dan jika kalian menyembelih, lakukanlah dengan baik. Hendaklah salah seorang kalian mengasah pisaunya dan membuat nyaman binatang sembelihannya.” (Diriwayatkan oleh Muslim)

Ketahuilah , sesungguhnya berbuat baik yang diperintahkan itu ada dua macam :

Pertama, wajib, yakni adil dan melakukan apa yang harus anda lakukan terhadap sesama makhluk sesuai dengan hak yang ada pada anda.

Kedua, sunnat, yakni tambahan atas segala hal itu. Contohnya seperti memberikan bantuan tenaga, atau harta, atau bimbingan soal agama, atau kepentingan duniawi lainnya. Setiap kebaikan adalah sedekah. Apapun yang dapat menyenangkan orang lain adalah sedekah. Apapun yang menghilangkan hal-hal yang tidak mereka sukai juga sedekah. Dan apa pun yang dapat menghindarkan mereka-baik sedikit maupun banyak- dari hal-hal yang tidak mereka inginkan juga sedekah.

Syaikh Utsaimin

Berbuat baik adalah lawan dari berbuat jahat. “Sesungguhnya Allah telah menetapkan”, atau mensyari’atkan “atas segala sesuatu”, yakni berlaku baik terhadap segala sesuatu. Artinya, berbuat baik itu tidak hanya khusus berlaku terhadap manusia, melainkan juga berlaku terhadap segala sesuatu.

Jika kalian membunuh, lakukanlah dengan baik. Dan jika kalian menyembelih, lakukanlah dengan baik.” Ini juga bagian dari berbuat baik.

Kalimat “jika kalian membunuh”, maksudnya ketika membunuh manusia atau membunuh binatang-binatang yang boleh dibunuh atau yang justru dianjurkan untuk di bunuh seperti serigala dan lain sebagainya.

Bunuhlah dengan baik”, yakni lakukanlah dengan cara yang cepat, yang penting tercapai maksudnya, tanpa menyakiti.

Sembelihlah dengan baik”, maksudnya sembelihlah binatang dengan dengan benda tajam. Seperti binatang-binatang ternak, binatang buruan, dan lain sebagainya. Seseorang harus menempuh cara pintas untuk mewujudkan yang dimaksud oleh syari’at. Itulah sebabnya Nabi saw bersabda, “Hendaklah salah seorang kalian mengasah pisaunya dan membuat nyaman hewan sembelihannya”, yakni melakukan sesuatu yang dapat menyenangkannya.

(Ringkasan dari buku Syarah Arba’in Nawawiyah Petunjuk Rasulullah saw dalam Mengarungi Kehidupan, Hal 153-159, AKBAR MEDIA Khazanah Buku Islam Rujukan)