/Eco Masjid; Masjid Ramah Lingkungan
ecomasjidmui

Eco Masjid; Masjid Ramah Lingkungan

Krisis lingkungan hidup dengan berbagai manifestasinya, sejatinya adalah krisis moral, karena manusia memandang alam sebagai obyek bukan subyek dalam kehidupan semesta. Maka penanggulangan terhadap masalah yang ada haruslah dengan pendekatan moral. Pada titik inilah agama harus tampil berperan melalui bentuk tuntunan keagamaan serta direalisasikan dalam bentuk nyata dalam kehidupan sehari-hari umat manusia. Sesuai dengan fungsi keberadaannya, masjid perlu turut melestarikan lingkungan melalui dakwah secara lisan maupun melakukan aksi nyata yang dimulai dari masjid itu sendiri.

Program dakwah lingkungan melalui masjid ini ini kami namakan ecoMasjid. Konsep ecoMasjid berasal dari dua kata Eco dan Masjid yang masing-masing mempunyai definisi berbeda. “Eco” diambil dari kata “ecology” yang merupakan terminologi yang erat kaitannya dengan ekosistem, yaitu suatu sistem yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antar makhluk hidup dan lingkungannya. Sedangkan Masjid adalah tempat bersujud. Istilah masjid menurut syara adalah tempat yang disediakan untuk shalat di dalamnya dan sifatnya tetap, bukan untuk sementara. Sehingga ecoMasjid adalah tempat beribadah tetap yang mempunyai kepedulian terhadap hubungan timbal balik antar makhluk hidup dan lingkungannya.

Program ecoMasjid yang telah diluncurkan bersama MUI dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) pada 19 Februari 2016. Insya Allah akan diluncurkan untuk seluruh Indonesia pada Muktamar VII DMI pada 10 November 2017.

Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia