/Haji dan Umrah Ramah Lingkungan

Haji dan Umrah Ramah Lingkungan

Haji dan Umrah Ramah Lingkungan

(TEAM GREEN HAJJ INDONESIA)

Upaya mitigasi atau pengurangan atas dampak perubahan iklim harus melibatkan semua sektor sebagai suatu gerakan yang kompak, agar hasil yang dicapai untuk mengubah perilaku manusia terhadap konsumsi sumber daya alam dan implementasi gaya hidup lebih “hijau” dapat terwujud.  Dalam kerangka inilah kalangan umat beragama dapat berkontribusi untuk menyumbangkan langkah nyata dalam upaya melestarikan lingkungan.

Agama merupakan salah satu faktor pendorong dari adanya perubahan perilaku dan gaya hidup. Agama mengajarkan kesederhanaan, tidak boros dan mubazir.  Selain itu agama mengajarkan supaya manusia berbuat adil dan berbuat baik kepada semua makhluk, seperti tercermin pada saat ihram –dalam ritual haji–dimana umat Islam dilarang membunuh makhluk bernyawa dan menebang pohon di tempat suci.

Pada tahun 2009, telah dicanangkan Muslim Seven Year Action Plan for Climate Change (M7YAP) di Istanbul, Turki yang dihadiri oleh tokoh ulama, seperti: Dr Yusuf Qardhawi, Syeikh Ali Gomma, Mufti Agung Mesir, Syeikh Ali Audah, Ulama Saudi Arabia dan tokoh Muslim dunia yang mendorong agar umat Islam turut perduli pada perawatan lingkungan.  Salah satu target dari rencana itu adalah program Greening the Hajj, yang melibatkan upaya kaum Muslimin melalui Jamaah haji yang potensial untuk menjadi peduli terhadap lingkungan hidup. Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di Dunia dan menjadi potensial karena keikut sertaan negara ini secara aktif dalam upaya ikut melestarikan lingkungan baik di tingkat global, nasional maupun lokal, salah satu kegiatan tersebut adalah dengan melibatkan kalangan umat beragama.

Secara khusus, dikarenakan umat Islam mempunyai segmen-segmen yang beragam, maka dalam upaya memberikan fokus atau konsentrasi pembinaan, maka travel haji dan umrah merupakan salah satu lembaga yang potensial untuk berkontribusi terutama dalam upaya mewujudkan Green Travel Hajj atau biro perjalanan haji dan umroh yang berwawasan lingkungan.

Haji mabrur merupakan dambaan setiap muslim yang menunaikan ibadah haji dan dambaan haji mabrur itu hanya dituntut untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam bentuk pengamalan ibadah sesuai dengan syariah dan tanggungjawab sosial yang lebih dari sebelum berkeinginan dan sepulangnya dari melaksanakan ibadah haji.

Dalam bahasa Arab, kata mabrur berasal dari kata ”barra-yabury-barran” yang bermakna ”taat berbakti”. Dalam kamus al Munawir Arab-Indonesia terlengkap karangan Ahmad Warson Munawwir, tertera bahwa mabrur terkait dengan kata-kata‘al biru’ yang bermakna ketaatan. Haji mabrur berarti mempunyai kebaikan yang melimpah ruah, baik dari pelaku haji maupun bagi orang yang terlibat langsung dalam pelaksanan haji. Dengan demikian, kemabruran haji tersebut bukan hanya pada pelakunya, tetapi prosesi haji memang dapat mendatangkan kebaikan bagi semua orang. Di sinilah keunikan ibadah haji dibandingkan dengan ibadah lainnya. Ditinjau dari segi harfiyahnya, kata mabrur (مبرور) berasal dari birr (بر) yang berarti puncak kebaikan. Sehingga, jika terdapat banyak kebaikan yang diperbuat manusia, maka puncak dari segala kebaikan tersebut adalah al-birr.

Untuk mendapatkan Puncak Kebaikan maka haji yang mabrur tidak membuang sampah sembarangan dan merusak lingkungan menimbulkan kemudaratan pada manusia dan makhluk hidup lainnya. Dalam hal ini MUI telah mengeluarkan fatwa “Pengelolaan Sampah Untuk Mencegah Kerusakan Lingkungan” yang menyatakan membuang sampah sembarangan dan/atau membuang barang yang masih bisa dimanfaatkan untuk kepentingan diri maupun orang lain hukumnya haram.

Adapun terkait dengan haji dan umrah, Indonesia telah melakukan berbagai kegiatan terkait dengan  upaya memberikan pengetahuan tentang upaya haji dan umrah yang ramah lingkungan diataranya:

  1. Peluncuran buku Pedoman Haji Ramah Lingkungan, oleh Direktur Pelayanan Haji dan Umrah di Universitas Nasional, pada bulan Juni 2012.
  2. Penyebaran atau sosialisasi buku haji ramah lingkungan di berbagai lokasi, pada tahun 2013.
  3. Narasumber dalam Konferensi Haji Ramah Lingkungan Pada Bulan Februari 2014 di Kompleks Tabung Haji, Kuala Lumpur, Malaysia.

Kegiatan selanjutnya yang menjadi fokus untuk meningkatkan penyadaran pada upaya haji dan umrah ramah lingkungan diataranya adalah memberikan sosialisasi atau peningkatan kapasitas pada para penyelenggara haji dan umrah yang umumnya dikoordinir oleh biro perjalanan yang tersebar di seluruh tanah air.  Biro perjalanan merupakan ujung tombak dalam upaya  mendorong kontribusi dan aksi nyata para jamaah haji, baik di tingkat individual maupun kolektif, untuk memperbaiki lingkungan.

Dalam upaya mewujudkan kehendak diatas maka Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nasional bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Aliance of Religion and Conservation (ARC), United Kingdom akan memberikan fasilitasi kegiatan untuk mewujudkan perjalanan haji dan umrah yang ramah lingkungan baik dalam masa persiapan keberangkatan, selama pelaksanaan haji, dan pasca pelaksanaan haji.