/Jangan Sisakan Makanan untuk Setan!

Jangan Sisakan Makanan untuk Setan!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika makan makanan, beliau menjilat jari-jarinya sebanyak tiga kali, beliau bersabda: “Jika suapan salah seorang dari kalian jatuh, maka hendaknya ia membersihkannya dari kotoran dan memakannya, dan janganlah ia membiarkannya untuk setan!” Dan beliau memerintahkan kami agar mengusap piring. Beliau bersabda: “Sesungguhnya tidak seorangpun di antara kalian mengetahui dibagian makanan manakah ia diberi berkah.” (HR. Abu Daud)

Hikmah hadits diatas adalah bahwa setiap butir makanan membawa berkah dan kita tidak boleh menyia-nyiakan makanan karena perbuatan mubazir adalah perbuatan setan. Dengan membuang makanan maka kita membuang segala keberkahan yang diberikan Allah kepada kita.

Berdasarkan data FAO 2016 dan Garda Pangan 2017, negara penghasil sampah makanan terbanyak di dunia, dalam rata-rata per hari per orang, adalah Arab Saudi 427kg, Indonesia 300 kg dan Amerika 277kg. Masya Allah. Kita bisa membuang makanan hanya dalam hitungan menit, tapi sadarkah kita bahwa alam membutuhkan waktu bulanan hingga tahunan sebelum sampai ke piring kita.

Sebagai contoh, nasi yang kita makan setidaknya membutuhkan waktu sekitar 5 bulan dari bibit, perawatan, panen, penyimpanan, distribusi hingga menjadi nasi di piring kita. Demikian juga untuk lauk pauk yang kita makan membutuhkan waktu serta lingkungan yang mendukung untuk dapat tumbuh dan kita makan.

Agar makanan tidak mubazir, sebelum makan kita perlu perkirakan porsi serta selera makan kita, kemudian makanlah dengan baik dan simpan bila tidak habis untuk kita makan kembali atau dimanfaatkan bagi orang lain, atau jadikan pakan ternak atau diolah menjadi kompos sebagai unsur hara tanah untuk tanaman. Insya Allah unsur hara ini akan menjadi tanaman yang kita makan kembali.

Kita hanya bisa makan dari apa yang tumbuh dari bumi. Kewajiban kita bersama untuk merawat bumi agar tetap berfungsi memproduksi pangan bagi kita dan seluruh makhluk.

Penulis: Hayu Prabowo