/Lokalatih Air, Sanitasi, Kebersihan, dan Kesehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat
lokalatih sanitasi sempon

Lokalatih Air, Sanitasi, Kebersihan, dan Kesehatan Lingkungan Berbasis Masyarakat

Wonogiri, 17 Maret 2017. Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam, Majelis Ulama Indonesia, telah memprakarsai program Lokalatih Dai Sanitasi sebagai Pendampingan program pemerintah Sanitasi Total Berbasis Masyarakat di pondok pesantren Al-amanah Sempon. Ketua Lembaga PLH&SDA MUI turut hadir dalam meresmikan acara ini.

Hayu menyampaikan bahwa umat Islam tidak hanya beribadah wajib seperti shalat lima waktu, puasa, zakat & haji tapi lebih dari itu, Islam memerintahkan umatnya untuk membangun dan menciptakan masyarakat yang sehat dan bebas dari kemiskinan. Allah SAW berfirman  dalam surat An-Nisa:

  لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.”

Berdasarkan ayat ini, Dai sebagai penyampai risalah Islam perlu menyampaikan 3 hal yaitu:

  1. shadaqotin, mengupayakan damai  kemiskinan;
  2. ma’rufin, melakuka hal-halyang baik;
  3. ishlahin bainannaas, membangun masyarakat yang damai dan sehat.

Seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam menyampaikan dakwahnya tidak hanya dengan ucapan (bil lisan), namun juga dilakukan melalui tindakan dan aksi (bil hal). Pendekatan dakwah ini berhasil merubah masayarakat jahiliyah menjadi masyarakat yang berakhlak.

Model dakwah Rasulullah SAW perlu di contoh oleh para dai untuk menjadi agen perubah yang tidak hanya mengerti kebutuhan pembangunan, tetapi juga terlibat dalam pembangunan. Oleh karenanya ujar Hayu, kegiatan lokalatih Sanitasi dimaksudkan untuk:

  1. Meningkatkan kapasitas Dai sebagai penyeru, pemicu, penggerak dan pendamping masyarakat agar sadar atas pentingnya akses air bersih dan sanitasi dan mampu secara mandiri memenuhinya;
  2. Mendorong percepatan peningkatan pemberdayaan masyarakat dengan pendayagunaan dana zakat, infak, sedekah dan wakaf. Sehingga tujuan utama dari syariat dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat (maslahah ammah) dapat terwujud, bukan hanya retorika ucapan saja.

Program tersebut berlangsung selama dua hari sejak Kamis, 16 Maret 2017 sampai Jumat, 17 Maret 2017 diikuti oleh para Dai dari seluruh pelosok Wonogiri. Selama dua hari tersebut  para Dai diberikan bekal guna turut berperan serta melalui dakwah keagamaan guna meningkatkan kesadaran serta menggerakkan dan peningkatan kualitas hidup, kemandirian, kesejahteraan, serta menjamin keberlanjutanya.

Pada hari yang sama Jumat, 17 Maret 2017 setelah Sholat Jumat di Masjid Pondok Pesantren Al-Amanah diresmikan pula Wakaf dan Zakat Fasilitas Sumur dan PAM Pedesaan  serta Peluncuran Dai Sanitasi. Peresmian tersebut dibuka oleh Drs. Yogi Tribiakto M.M selaku Camat Jatisrono mewakili Bapak Bupati Wonogiri.

Untuk info lebih lanjut terkait air bersih dan sanitasi bisa mengunjungi http://www.airbersih.id/