/Manusia dan Perubahan Iklim
peningkatan-peran-pemuka-agama-dalam-perubahan-iklim-lplh-sda-mui

Manusia dan Perubahan Iklim

Hubungan manusia dan lingkungan merupakan hubungan simbiosis mutulisme, karena manusia hidup di alam lingkungan hidup dan alam sebagai lingkungan hidup juga membutuhkan manusia untuk pelestariannya. Jadi, manusia butuh alam untuk kehidupannya dan alam juga membutuhkan manusia untuk pelestariannya.

Perlindungan dan pengelolaan sumberdaya alam merupakan Sunatullah (ketentuan) sekaligus perintah Allah SWT. Menjaga alam dari kerusakan agar keberlanjutan fungsinya terjamin untuk kehidupan di Bumi, merupakan penunaian amanah Allah kepada manusia sebagai wakil Allah (Khalifah) di muka bumi. sebagaimana firmanNya:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَةً

….”Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. (QS. al-Baqarah: 30)

di dalam konsepsi Islam,  terdapat dua  fungsi manusia di dalam kehidupannya. Pertama, adalah sebagai abdun; hamba Allah dan kedua sebagai khalifah di bumi. Di dalam fungsi pertama, maka fungsi manusia adalah untuk melakukan pengabdian dan di dalam fungsi kedua sebagai khalifah maka manusia memiliki fungsi amanah, tanggungjawab, wewenang, kebebasan menentukan pilihan dan kreativitas akal. Jika sebagai hamba,  maka yang lebih besar adalah untuk kepentingan individunya, maka sebagai khalifah maka fungsi manusia lebih banyak untuk di luar dirinya, manusia lain dan alam seluruhnya.

Islam merupakan ajaran yang sangat lengkap. Tidak hanya mengatur hubungan dengan Tuhan, akan tetapi juga mengatur tentang hubungan antar sesama manusia dan alam lingkungannya. Di dalam konsepsi al-Qur’an disebut sebagai hablun minallah dan hablun minan nas. Manusia harus selalu menjaga hubungan baik dengan Tuhan sebagai Rabb dan Ilah akan tetapi juga menjaga hubungan baik dengan sesama manusia dan juga alam lingkungannya. Maka, Manusia harus bersahabat dengan alam. Agar alam memberikan kasih sayangnya maka manusia juga berlaku kasih saying kepada alam. Manusia tidak boleh semena-mena dalam mengekplorasi alam untuk kepentingannya. Manusia harus menjaga ekosistem alam agar lestari kehidupannya.

Upaya perlindungan dan konservasi alam sama dengan upaya menjaga kehidupan seluruh mahluk, terutama manusia dan berhukum wajib. Keberagamaan / keimanan seseorang tercermin dalam  akhlaknya dalam menyikapi dan perilakunya terhadap alam.  Jika kita sepakat bahwa Allah mengamanahkan alam ini pada kita, maka tidak ada lagi alasan  orang untuk melakukan tindakan merusak lingkungan, sebab merusak lingkungan adalah sebuah tindakan yang salah dan kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah azza wa jalla, Rabbul ‘alamiin.

Penulis: Ir. Hj. Rahmi Hidayati Duryat (Wakil Ketua LPLH&SDA MUI)