/Menjaga Masa Depan Bersama

Menjaga Masa Depan Bersama

Pada 20 Desember 2018 telah dilakukan Interfaith Conversation: Caring For Our Common Future (Diskusi Berbagai Agama: Menjaga Masa Depan Bersama) yang diprakarsai Prof. Dr. M. Din Syamsuddin, sebagai Ketua Presidium Inter-Religious Council (IRC) dan Indonesia & Centre for Dialogue and Cooperation among Civilization (CDCC).

Diskusi tersebut merupakan persiapan pertemuan Majelis Agama untuk Perdamaian Dunia ke 10 tahun 2019. Pertemuan internasional ini merupakan kesempatan berharga bagi 90 anggota Religions for Peace (RfP) dari beberapa negara untuk merefleksikan pencapaian dan berbagi praktik terbaik antara satu dengan yang lain; serta mengetahui  tantangan yang ada di masa depan, dan saran tentang bidang prioritas dan inisiatif untuk masa mendatang.

Untuk memfasilitasi proses ini, RfP International telah menunjuk para ahli terkemuka dunia untuk mempersiapkan kertas kerja komisi pada lima tema:

  1. Menjaga Masa Depan Bersama dengan Memajukan Perdamaian Positif.
  2. Menjaga Masa Depan Bersama dengan Mencegah dan Transformasi Konflik, Termasuk Perang dan Terorisme.
  3. Menjaga Masa Depan Bersama dengan Mempromosikan Masyarakat yang Adil dan Harmonis.
  4. Menjaga Masa Depan Bersama dengan Pembangunan Manusia yang Berkesinambungan dan
  5. Menjaga Masa Depan Bersama dengan Melindungi Bumi.

Untuk itu IRC regional dan nasional perlu mengembangkan konsultasi dalam format yang paling memenuhi kebutuhannya. Diskusi Lintas Agama Panitia Persiapan Nasional Indonesia ini  merupakan peluang untuk menjelaskan apa yang penting dan relevan dalam konteks Indonesia untuk diketahui pada tingkat Internasional.

Sebagai Pembicara pada acara ini adalah

  • Kyoichi Sugino, Deputy Secretary General, Religions for Peace, New York.
  • Nyoman Udayana Sangging, SH., MM, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).
  • Krise Eche Gosal, Wk. Sekjen Persekutuan Gereja-gereja se Indonesia (PGI).
  • H. Marsudi Syuhud, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
  • Ir. H. Hayu S. Prabowo, Ketua Indonesia Bergerak Selamatkan Bumi (Siaga Bumi).

Moderator oleh:

  • Philip K. Widjaja, Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi).
  • Gomar Gultom, Sekjen Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI).

Para pembicara telah menyampaikan pandangannya dengan melibatkan seluruh peserta untuk mempertajam isu-isu yang relevan bagi Indonesia. Pandangan ini akan dijadikan makalah komisi Internasional yang dirancang untuk merangsang diskusi dan pembelajaran, dan sesi konsultasi pada Pertemuan Majelis Dunia ke 10 Agama untuk Perdamaian tahun 2019.

Dari sisi lingkungan hidup, ditekankan mengenai pentingnya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang akan berdampak langsung pada kehidupan manusia masa depan dalam aspek Ketahanan Air, Pangan, dan Energi. PBB menyatakan bahwa pembangunan berkelanjutan berhubungan erat dengan pembangunan ketahanan Air, Pangan & Energi yang harus mengikuti dinamika peningkatan populasi global, urbanisasi, perubahan pola makan yang konsumtif dan pertumbuhan ekonomi. Bila tidak tidak di kelola dengan baik, maka akan terjadi konflik politik dan sosial akibat kerawanan Air, Pangan & Energi. Beberapa penelitian internasional memperlihatkan korelasi positif dan signifikan antara konflik domestik dan internasional dengan ketahanan Air, Pangan & Energi.

 

Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia