/Menuju Negeri yang Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur

Menuju Negeri yang Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Muslim mana saja yang menanam sebuah pohon lalu ada orang atau hewan yang memakan dari pohon tersebut, niscaya akan dituliskan baginya sebagai pahala sedekah.” (HR. Bukhari)

Hikmah dari hadits diatas adalah bahwa kaum muslimin dianjurkan untuk menanam pohon serta menghijaukan lingkungan sebagai sedekah dan amal jariyah (amal yang terus mengalir) –walau telah meninggal- selama tanaman itu tumbuh atau berketurunan.

Saat ini ketergantungan impor bahan pangan bangsa Indonesia terhadap negara lain amatlah tinggi, diantaranya Beras, Jagung, Kedelai, Gandum Tepung Terigu, Gula pasir, Garam, Buah-buahan, Daging sapi dan Daging ayam.

Dengan menanam tanaman seperti tuntunan Rasulullah SAW akan menjadikan sedekah jariyah sekaligus dapat mengurangi ketergantungan pangan negeri kita dari negara lain, untuk menuju negeri yang Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghafur (negeri yang baik (nyaman) sedangkan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun).

Seperti yang dikisahkan negeri Saba’ yang makmur dalam Al-Qur’an dalam surat Saba’ ayat 15: “Sungguh, bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Allah) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri, (kepada mereka dikatakan), “Makanlah olehmu dari rezeki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik (nyaman) sedang (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun.

Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia