/MUI Hadiri COP-22 Marrakesh
mui-hadiri-cop-22-marrakesh

MUI Hadiri COP-22 Marrakesh

Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam MUI Dr.Ir.Hayu Prabowo, M.Hum hadiri pertemuan dunia terkait perubahan iklim (COP 22) di Marakesh, Maroko, 7-18 November 2016. Acara yang membahas upaya konkret turunkan suhu bumi, rencana berlangsung sampai 18 November ini, sudah dibuka Senin (7/11/16), tengah malam waktu Indonesia. Sebelum itu, pada 4 November 2016, Perjanjian Paris mulai berlaku setelah diratifikasi 100 dari 197 negara pihak. Indonesia, menjadi salah satu negara yang meratifikasi, masuk daftar per 31 Oktober 2016.

Perjanjian Paris telah diadopsi, pada pertemuan para pihak (COP) 22, Paris, Prancis, Desember 2015. Kali ini, para pihak akan fokus membahas isu-isu bagaimana mengimplementasikan Perjanjian Paris.  Semestinya, dalam pertemuan kali ini mereka mulai menghasilkan langkah-langkah konkret mencegah kenaikan suhu bumi. Soal dukungan pembiayaan juga menjadi penekanan Sekretaris Eksekutif UNFCCC Patricia Espinosa. Dia mengatakan, keuangan, merupakan jantung keberhasilan pelaksanaan Perjanjian Paris.

“Di luar itu, keuangan di jantung mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan,” katanya dikutip dari website UNFCCC, dalam pembukaan acara khusus Komite Tetap Keuangan soal Penilaian Biennial dan Ikhtisar Iklim Arus Keuangan di COP-22, Selasa (7/11/16).

Tanpa arus keuangan sesuai keperluan, baik Perjanjian Paris maupun sustainable development goals (SDGs), katanya,  sebagian besar akan tetap jadi janji daripada kenyataan. Dia senang, penilaian dalam dua tahun ini memperlihatkan perkembangan ke arah baik, pertama, ada upaya negara-negara maju bergerak setuju penyediaan dana US$100 miliar per tahun pada 2020. Penilaian kedua mencatat, secara keseluruhan, keuangan iklim global pada 2014 menunjukkan peningkatan, dibandingkan penilaian sebelumnya. Ketiga, penilaian merupakan upaya memberikan transparansi lebih besar mengenai pembiayaan iklim publik dan swasta.

Penilaian, katanya, juga jelas memperlihatkan, bagaimana arus pembiayaan iklim kecil konsisten dengan tren lebih luas dalam investasi global. “Dalam hal ini, penilaian memberikan dasar sangat baik untuk pekerjaan yang harus dilakukan di sini, di Marrakesh dan di tahun-tahun mendatang,” katanya.

Espinosa mengatakan, pekerjaan mereka juga diinformasikan dalam penilaian ini, hingga memberikan gambaran di mana mereka perlu melipatgandakan usaha bersama guna memastikan kemajuan nyata.