/MUI Jalin Kerjasama dengan STID M NATSIR

MUI Jalin Kerjasama dengan STID M NATSIR

MUI menjalin kerjasama dengan STID (Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah) Muhammad Nasir dalam bidang air dan sanitasi. Kerjasama yang dilakukan pada 28 April 2017 tersebut, berhubungan dengan program STID Muhammad Nasir, yaitu Kafiah Dakwah. Ialah program kampus yang mengirim para mahasiswa semester tujuh ke pedalaman Indonesia untuk mengabdi sebagai seorang da’i. Dimana tugas mereka ialah untuk menyebarkan dakwah dan mendidik masyarakatnya lebih mendalam mengenai tata cara hidup secara islami yang baik dan benar. Karena hidup di daerah pedalaman, masih sangat sedikit masyarakatnya yang mempelajari Islam secara mendalam. Dengan bantuan program Kafiah Dakwah lah, para mahasiswa tersebut bisa “melahirkan” calon da’i dari pedalaman, atau bahkan ada yang sampai mengabdi seumur hidup di pedalaman itu.

Banyak dari daerah pedalaman tersebut yang juga belum memiliki prasarana air bersih, dikarenakan faktor tempat tinggal mereka merupakan pulau kecil yang dikelilingi oleh hamparan laut yang luas atau dekat dengan daerah pertambangan sehingga air yang mereka dapat bukanlah air bersih, melainkan air merah. Maka terbentuklah kerjasama antar MUI dan STID Muhammad Nasir dengan memberikan bantuan berupa pembekalan untuk program Kafiah Dakwah. Pembekalan yang dimaksud ialah MUI memberikan beberapa narasumber untuk para da’i pedalaman dan membekali mereka dengan pembelajaran mengenai program air dan sanitasi. Sehingga saat di lokasi, para da’i bisa membantu masyarakatnya, tidak hanya mengajarkan tata cara hidup secara islami tapi juga membantu untuk “menghidupkan” sumber air bersih.

Tentu daerah-daerah pedalaman ini adalah beberapa contoh dari daerah di Indonesia yang masih sulit untuk mengakses air bersih untuk kelangsungan hidupnya. Jika tidak ada air bersih, akan makin banyak timbul penyakit bagi masyarakat. Tidak hanya penyakit, masyarakat yang berprofesi sebagai petani atau yang bekerja di perkebunan pun terkena dampaknya juga, waktu produktif mereka semakin berkurang. Padi dan tanaman yang tak kunjung berbuah hasil akan memberikan dampak besar pada berkurangnya kebutuhan pokok bagi masyarakat, dimana jika asupan gizi masyarakat sangatlah kurang, akan menimbulkan penyakit juga. Dengan adanya sanitasi yang baik dan ketersediaan air bersih, masyarakat tak perlu khawatir soal kesehatannya, karena dengan adanya dua hal tersebut dapat menghemat biaya kesehatan keluarga. Maka dari itu, dengan program Sarana Air Bersih dan Sanitasi Bagi Msyarakat ini, sesuai fatwa No. 001/MUNAS-IX/MUI/2015, MUI berkomitmen untuk menjaga kesehatan penduduknya dengan menyediakan sarana air bersih dan sanitasi demi menumbuhkan komunitas masyarakat dan keturunannya yang sehat, shalih dan tangguh.