/ORIENTASI DA’I DAN TOKOH AGAMA DALAM IMPLEMENTASI SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM)
orientasi dai dan ulama

ORIENTASI DA’I DAN TOKOH AGAMA DALAM IMPLEMENTASI SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM)

Solo 19 Juli 2017.  Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (LPLH & SDA-MUI) dan Kementerian Kesehatan bersama-sama melakukan kegiatan “Orientasi Da’i dan Tokoh Agama dalam Implementasi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)” yang berbasis pada fatwa MUI No.01/MUNAS-IX/MUI/2015 tentang pendayagunaan Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakaf untuk pembangunan sarana air bersih dan sanitasi bagi masyarakat. Acara ini dilaksanakan di Hotel Novotel Jl. Slamet Riyadi kota Solo dari Rabu sampai Sabtu 19-22 Juli 2017 yang diikuti oleh kurang lebih 60 peserta dari berbagai MUI Kabupaten/Kota dan dinas kesehatan daerah;  Karanganyar, Boyolali, Semarang, Sukoharjo, Solo, Sragen, Salatiga, Pati, Rembang, Wonogiri.

“Permasalahan air bersih dan sarana sanitasi adalah masalah yang tidak hanya berhubungan dengan masalah ekonomi saja yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat Indonesia sebesar 58 Triliun setiap tahunnya”, ujar Direktur Kesehatan masyarakat Kementerian kesehatan-RI. Ketua LPLH&SDA MUI Dr. Hayu S Prabowo menambahkan, “sanitasi juga berkaitan dengan masalah ibadah tepatnya ketersediaan air bersih secara terus-menerus sebagai usur terpenting bagi sebagian besar ibadah umat Islam. Banyak masyarakat miskin yang lebih banyak menghabiskan waktu produktifnya yang seharusya digunakan untk bekerja tetapi karena minim dan sulitnya akses air bersih mereka lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengambil serta membawa air bersih dari sumbernya menuju rumah-rumah mereka. Efek negatif lain dari permasalahan  air dan sanitasi adalah banyaknnya anak-anak yang mengalami penyakit pencernaan yang disebabkan buruknya kualitas air dan sarana sanitasi di lingkungan mereka sehingga pengeluaran orang tua mereka lebih banyak dialokasikan untuk masalah kesehatan daripada dialokasi untuk konsumsi.

Sebagian besar umat Islam selalu mendiskusikan tentang masalah kesucian air saja, tetapi mereka belum banyak melakukan diskusi-diskusi terkait ketersediaan air bersih secara berkesinambungan padahal ini juga merupakan masalah yang sangat mendesak dan sangat urgent untuk dipecahkan oleh berbagai stakeholder yang berhubungan dengan permasalahan air bersih dan sarana sanitasi. Hal ini akan menjadi bola salju yang sewaktu-waktu dapat meledak dan menimbulkan masalah sosial yang disebabkan oleh tidak adanya air bersih yang mencukupi sebagaimana yang telah terjadi di beberapa negara pada belahan bumi lainnya.

Melihat permasalahan di atas maka Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (LPLH & SDA-MUI) dan Kementerian Kesehatan  melakukan sinergi program berupa aksi percepatan peningkatan akses air bersih dan sanitasi melalui pembangunan kapasitas dan penguatan kelembagaan yang dibingkai melalui pendekatan keagamaan dan pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat untuk mewujudkan akses air bersih dan sanitasi yang mandiri, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya potensi para dai, yang akan disebut “Dai Sanitasi”, sebagai agen perubahan dalam mendukung kegiatan STBM ini berperan sangat penting. Sehubungan dengan hal tersebut, guna memberikan pemahaman dan keterampilan bagi para tokoh agama maka perlu dilakukan orientasi implementasi STBM.

Diharapkan peserta orientasi setelah mengikuti kegiatan ini akan memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang pemberdayaan masyarakat dalam melakukan aksi untuk percepatan peningkatan akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi yang dilaksanakan melalui instrumen gerakan dakwah bil lisan (pendekatan lisan) dan bil hal (pendekatan aksi), yaitu: (1) Pemicuan dan peningkatan kesadaran masyarakat atas pentingnya sarana air bersih dan sanitasi, dan (2) pendampingan masyarakat untuk bisa mandiri dalam pembangunan air bersih dan sanitasi melalui dana ZISWAF dan dana komersial dari koperasi syariah serta dana sosial lainnya.