/Pandangan Islam Terhadap Ketahanan Air, Pangan dan Energi Bangsa

Pandangan Islam Terhadap Ketahanan Air, Pangan dan Energi Bangsa

Rasulullah SAW bersabda “Manusia berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api” (HR. Abu Dawud). “Padang rumput” dapat diartikan tumbuh-tumbuhan sebagai makanan, baik untuk ternak dan manusia. Sedangkan “api” saat ini dapat diartikan sebagai energi. Sehingga hadits tersebut dapat diartikan agar manusia berserikat dalam air, pangan dan energi (APE).

Subhanallah, pernyataan Rasulullah SAW lebih dari 14 abad lalu tersebut, selaras dengan pernyataan PBB dalam pembangunan berkelanjutan (sustainable development) atas pentingnya ketahanan air, pangan dan energi. Hadits ini juga  selaras dengan UUD 45 pasal 33 ayat 3 yang dirumuskan oleh para ulama pendiri negara ini  bahwa “Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”.

UN Water menyatakan bahwa pembangunan berkelanjutan berhubungan erat dengan pembangunan ketahanan APE mengikuti dinamika peningkatan populasi global, urbanisasi, perubahan pola makan yang konsumtif dan pertumbuhan ekonomi. Bila tidak, maka akan terjadi konflik politik dan sosial akibat kerawanan APE. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Abott, dkk (2017) memperlihatkan korelasi positif dan signifikan antara konflik domestik dan internasional dengan ketahanan APE.

Oleh karenanya kita perlu mengerti keterkaitan 3 komponen APE ini sehingga kita dapat melakukan langkah-langkah positif dan antisipatif.

  • Keterkaitan Air dan Pangan. Pertanian membutuhkan 70-80 persen dari seluruh konsumsi air. Makanan yang kita makan membutuhkan lebih dari 2/3 dari total kebutuhan air. Sebagian merupakan “air virtual” yang dibutuhkan untuk memproduksi makanan tersebut.
  • Keterkaitan Energi dan Air. Sejumlah besar air dibutuhkan untuk menghasilkan energi untuk penambangan dan pengolahan sumber energi. Sebaliknya, sejumlah besar energi dibutuhkan untuk mengambil, memindahkan dan mengelola air minum dan irigasi pertanian serta pengelolaan air limbah.
  • Keterkaitan Energi dan Pangan. Energi merupakan faktor penting untuk produksi, transportasi, penyimpanan, dan pengolahan pangan. Lebih dari seperempat energi yang digunakan secara global dikeluarkan untuk produksi dan pasokan pangan. Pada era industri saat ini, pertanian semakin bergantung pada energi yang berasal dari bahan bakar fosil.

Sebagai bagian dunia dengan umat muslim dan jumlah masjid terbesar di dunia, umat muslim Indonesia perlu berperan aktif dalam mewujudan Islam yang membawa rahmat bagi seluruh alam semesta. Untuk itu perlu  dibangun kesadaran dan dilakukan gerakan kemandirian air dan energi yang di mulai dari masjid sebagai basisnya untuk peningkatan ketahanan pangan masyarakat guna penghidupan berkelanjutan umat manusia.

Program masjid ramah lingkungan atau ecoMasjid bertujuan untuk mengamalkan tuntunan Rasulullah SAW, khususnya dalam hal pembangunan berkelanjutan. Program ecoMasjid selengkapnya dapat disimak di http://ecomasjid.id/ .

Oleh Dr. Hayu Prabowo

Sumber pustaka:

Abbott, Michele, et all. 2017. Examining the food–energy–water and conflict nexus. Elsevier Ltd

GRACE Communications Foundation. Nexus Water, Food and Energy. http://www.gracelinks.org/468/nexus-food-water-and-energy

UN Water. Water, Food and Energy. http://www.unwater.org/water-facts/water-food-and-energy/