/PENDAYAGUNAAN DANA ZISWAF UNTUK PEMBANGUNAN SARANA AIR DAN SANITASI MASYARAKAT NTB

PENDAYAGUNAAN DANA ZISWAF UNTUK PEMBANGUNAN SARANA AIR DAN SANITASI MASYARAKAT NTB

Mataram 28 September 2017, Baznas NTB adakan  workshop dalam rangka mendukung Pemerintah NTB Implementasi Fatwa MUI No.001/MUNAS-IX/MUI/2015.

Baznas merupakan lembaga pemerintah non-struktural yang dibentuk berdasarkan undang-undang yang diberi tugas untuk melakukan pengelolaan zakat yang meliputi pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan. Sehingga buang air besar nol (BASNO) yang sudah menjadi program pemerintah NTB sejak 2012 dan penyediaan air bersih menjadi terbantu.

Menurut kepala seksi kesehatan lingkungan I Dewa Oka Wiguna, SKM, M.KES (DINKES NTB), bahwa untuk mewujudkan desa Basno tidak cukup melalui pemicuan saja, hanya melalui identifikasi masalah ( imas ), sekedar membuat rencana kerja masyarakat ( rkm ), tidak cukup  membuat pemetaan, dan tidak cukup hanya adanya wusan ( wira usaha sanitasi). Butuh kerjasama semua pihak, baik pemerintah, tokoh agama, maupun partisipasi masyarakat.

Ketua Baznas NTB Drs. Tgh. Munajib Khalid mengatakan, kerja sama ini ialah momentum bagi Baznas untuk menyalurkan dana zakat, infak, sedekah dan dana keagamaan lainnya dengan sebaik-baiknya. “Baznas mendukung program penyediaan sanitasi dan air bersih ini dan kami akan melakukan penyaluran sesuai asnaf, bukan hanya di Baznas Propinsi namun juga kami libatkan seluruh Baznas kabupaten/kota dan UPZ dibawahnya,” katanya.

BAZNAS akan mengalokasikan 600 juta rupiah, sebanyak 200 jamban di 6 kabupaten/ kota dengan biaya 3jt pada masing-masing unit jamban dan didistribusikan sebagai sarana pemicuan kedua pelaksanaan bekerjasama dengan instansi terkait kemudian bekerja sama dengan unicef yang tentunya berkolaborasi sehingga basnas sebagai salah satu , untuk mengentaskan kemiskinan di Nusa Tenggara Barat, tentunya didukung oleh PERGUB NTB No.15 Tahun 2016 Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah.