/Seminar Manajemen Kesehatan Menstruasi dalam Perspektif Islam

Seminar Manajemen Kesehatan Menstruasi dalam Perspektif Islam

Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup MUI adakan Seminar Manajemen Kesehatan Menstruasi dalam Perspektif Islam pada Hari Kamis, 26 Januari 2017.

Program ini merupakan salah satu turunan program besar MUI, yaitu terkait pembangunan air bersih dan sanitasi masyarakat. Mengingat sangat pentingnya pemecahan maslah ini terutama pada sisi kesadaran dan pembiayaan, MUI telah menetapkan Fatwa pada Munas 2015 tentang Pendayagunaan ZISWAF untuk pembangunan sarana air dan sanitasi masyarakat dimana implementasinya dituangkan dalam MoU bersama Menteri Bappenas, Ketua Umum MUI, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) & Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) pada 10 Januari lalu.

Masalah menstruasi atau haid ini diangkat karena berdasarkan studi tentang haid yang dilakukan Unicef yang dilaksanakan pada 1402 peserta di 16 sekolah di 4 provinsi di Indonesia, menyebutkan bahwa remaja putri sangat memerlukan informasi mengenai penanganan haid secara higienis, pembuangan pembalut bekas, mengapa haid terjadi serta apa saja yang perlu diperhatikan dan risiko kesehatan apa saja yang berhubungan dengan haid. Sedangkan sumber informasi yang dipilih adalah dari ibu dan gurunya.

Islam mengajarkan konsep terpadu bagi kesehatan wanita sewaktu mendapat haid yang disebut thaharah yang merupakan gabungan perilaku hidup yang bersih, sehat dan suci. Tuntunan ini mendorong umat manusia untuk menjaga dan memelihara kesehatan, karena pemeliharaan kesehatan adalah suatu upaya yang sangat penting bagi hidup dan kehidupan manusia.

Seminar ini di maksudkan sebagai peluncuran sosialisasi Manajemen Kesehatan Menstruasi Dalam Perspektif Islam guna membantu para putri remaja, para orang tua dan para guru dalam meningkatkan keilmuan syariat mengenai haid khususnya dalam hubungannya dengan ibadah mahdhoh (ibadah ritual) serta ibadah muamalah tentang hubungan pengelolaan haid terhadap kesehatan dan hubungan antara kondisi sosial wanita dan remaja putri dengan kesehatan mental/emosionalnya.

Akhirnya diharapkan dapat meningkatkan ketakwaan muslimah dan kesehatan rahimnya untuk dapat melahirkan generasi rabbani yang sehat dan kuat. Generasi yang sukses, posisinya selalu berada dalam garis ajaran Islam, dan selalu mengajak orang lain untuk dekat dengan Allah. Generasi yang akan selalu berada di barisan terdepan dalam menegakkan kalimatullah, menegakkan syariat Islam. Generasi yang teladan karena secara duniawi generasi ini adalah orang-orang yang kaya jiwa dan unggul dari sisi ketakwaannya.

buku bisa download disini