/Tindakan Konservasi Tanah dan Air untuk Mengatasi Banjir dan Kekeringan

Tindakan Konservasi Tanah dan Air untuk Mengatasi Banjir dan Kekeringan

Banjir yang menggenangi lahan-lahan kota dan pedesaan atau pertanian pada musim hujan terjadi sebagai akibat tidak tertampungnya aliran pembukaan, yaitu air yang mengalir dipermukaan tanah, sungai, dan saluran air lainnya. Aliran permukaan adalah bagian dari air hujan yang tidak dapat meresap ke dalam tanah. Hal ini disebabkan kemampuan tanah menyerap air yang berkurang sebagai akibat dari kegiatan manusia yang mengurangi kapasitas infiltrasi tanah dan kesempatan air untuk meresap ke dalam tanah. Berkurangnya air yang meresap dan masuk ke dalam tanah menyebabkan tidak ada air yang tersimpan di dalam tanah sebagai air bawah tanah (ground water) yang akan masuk ke dalam sungai, sumur, dan badan air lainnya pada musim kemarau, yang mengakibatkan keringnya sungai, sumur, dan lahan-lahan pertanian. Fluktuasi debit sungai dalam keadaan demikian ini sangat besar. Pada musim hujan, debit sungai tidak dapat tertampung oleh sungai, sedangkan pada musim kemarau hampir tidak ada air yang mengalir di dalam sungai. Jadi, banjir pada musim hujan dan kekeringan di musim kemarau adalah dua sisi mata uang yang saling berkaitan (Sitanala Arsyad, 40;2012)